Selasa, 08 Mei 2012

Menjadi Dosen Yang SUKSES


TIPS
I. METODE BELAJAR-MENGAJAR YANG BERAGAM
Anda belum tentu mampu memilih metode yang paling baik untuk menyampaikan materi kurikulum kepada para mahasiswa. Pada waktu Anda memiliki kesempatan (misalnya kesempatan untuk merencanakan penggunaan metode pengajaran tertentu, menyampaikan bagian tertentu dari sebuah kurikulum, atau melakukan penilaian terhadap materi yang sudah ada), ada baiknya jika Anda terbuka terhadap kemungkinan pengguanaan berbagai metode lain. Idealnya, Anda harus mempelajari berbagai metodologi penyampaian materi kurikulum, namun juga perlu diingat bahwa berbagai alternatif tersebut memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing baik secara ekonomis maupun pedagogis. Kami menyarakan Anda untuk mempelajari beberapa metode belajar-mengajar berikut ini.
1. Metode ceramah 1 (full-time courses). Metode ini merupakan metode umum yang sering digunakan di perguruan tinggi dan mempunyai keuntungan karena di dalamnya terjadi interaksi sosial antar mahasiswa dan antar dosen dan mahasiswa. Beberapa bagian dalam tulisan ini memberikan saran-saran, misalnya untuk persiapan para dosen sebelum berceramah dan bagaimana cara yang efektif untuk penggunaan metode ceramah.
2. Metode ceramah 2 (part-time courses). Dalam metode ini, kesempatan interaksi sosial di antara mahasiswa lebih terbatas, namun sistem pengajaran pada dasarnya sama dengan yang ada pada metode full-time courses.
3. Metode pelatihan (training) berbasis magang kerja. Agenda penting dalam metode ini yaitu kegiatan belajar-mengajar yang menempatkan para mahasiswa pada sebuah tempat kerja yang di dalamnya terdapat penerapan ilmu yang sesuai dengan bidang studi mahasiswa dan kegiatan tersebut dilakukan dalam jangka waktu tertentu. Melalui program magang tersebut, institusi pendidikan tinggi dapat menjamin bahwa para mahasiswa memiliki pengusaan materi yang lebih mantap karena didukung oleh praktik kerja langsung selama proses magang.
4. Metode pembelajaran terbuka, fleksibel, dan jarak jauh. Metode ini dapat diterapkan pada para mahasiswa yang ingin mendalami materi pembelajaran tertentu untuk tujuan peminatan individual. Selain itu, metode ini juga mengakomodir kegiatan belajar para mahasiswa yang berada jauh dari lokasi kampus mereka (keterbatasan jarak & waktu) melalui layanan tutorial, konseling, dan penilaian secara individual.
5. Metode pemanfaatan sumber-sumber belajar. Pemanfaatan sumber-sumber pembelajaran dapat dilaksanakan dalam berbagai kegiatan misalnya menghadiri seminar-seminar di kampus, memanfaatkan layanan pusat tutorial kampus yang tersedia bagi para mahasiswa, melakukan konsultasi, membaca bahan ajar, dan menggunakan alat-alat praktikum yang disediakan oleh kampus. Sumber-sumber pembelajaran tersebut dapat berupa bahan-bahan tercetak (print-based) misalnya buku dan bahan-bahan balajar yang diolah menggunakan teknologi informasi seperti internet dan multimedia. Agar proses pembelajaran menjadi maksimal, perlu dibuka kesempatan bagi kelompok mahasiswa maupun perorangan untuk dapat menghubungi para dosen untuk membahas atau mengkonsultasikan hal-hal yang telah didapatkan dari berbagai sumber belajar tersebut. Prasyarat yang harus dipenuhi untuk menerapkan metode ini adalah adanya kesempatan yang seluas-luasnya bagi para mahasiswa untuk dapat mengakses sumber-sumber belajar yang telah disediakan oleh pihak kampus.
6. Metode pembelajaran online. Metode pembelajaran ini memanfaatkan sarana komputer dan internet yang disediakan oleh kampus atau dapat juga berupa fasilitas jaringan komputer yang terpasang di rumah atau ruang belajar masing-masing mahasiswa. Pengarahan dan materi pembelajaran tersedia secara online dan dapat diakses oleh para mahasiswa kapanpun dan di manapun mereka berada. Namun demikian, komponen penilaian akademis yang berupa tugas kelompok atau tugas individual harus tetap dimonitor melalui komunikasi antara dosen dan mahasiswa.
7. Metode pembelajaran kolaboratif. Dalam metode ini, para mahasiswa diminta belajar bersama dalam kolompok kecil untuk mendalami materi pembelajaran tertentu. Pembelajaran kolaboratif tersebut dapat diselenggrakan oleh pihak kampus atau dilaksanakan secara mandiri oleh para mahasiswa ketika mereka ingin mendalami topik-topik aktual.
8. Metode kuliah mandiri. Metode ini digunakan ketika mahasiswa ingin mendalami dan memilih materi pembelajaran tertentu sesuai dengan kebutuhan khusus dan minat individual. Para mahasiswa dapat memanfaatkan buku maupun bahan bacaan berbasis komputer atau internet yang disediakan di kampus, dan dapat juga mencari sumber-sumber belajar lainnya di luar kampus. Untuk menjaga standar akademik dalam metode kuliah mandiri, mahasiswa harus secara intensif berinteraksi dengan dosen untuk mendapatkan bimbingan dan penilaian.

II. MEMAKSIMALKAN PROSES PEMBELAJARAN
Salah satu faktor penting yang menentukan sukses dan tidaknya mahasiswa dalam proses pembelajaran adalah kepercayaan diri. Kita perlu memberikan kesempatan kepada mahasiswa kita untuk mengambangkan rasa kepercayaan diri mereka, dan beberapa metode yang efektif untuk itu adalah dengan memberikan pendampingan kepada mereka dalam mengembangkan kapasitas individual, serta memantau dan memeriksa pekerjaan mereka selama proses pembelajaran berlangsung. Berikut ini adalah tips-tips yang dapat Anda gunakan agar pembelajaran mahasiswa dapat berjalan dengan maksimal.
1. Bantulah para mahasiswa agar memiliki kemauan belajar yang kuat! Para mahasiswa mungkin perlu dibantu agar motivasi mereka meningkat melalui penjelasan kita mengenai adanya keuntungan yang dapat diperoleh jika mereka berhasil meraih prestasi dalam proses pembelajaran. Kontribusi kita dapat diwujudkan dalam berbagai cara, misalnya menerapkan metode belajar yang menyenangkan dan menarik, serta memberikan penghargaan (reward ) untuk prestasi yang telah berhasil dicapai. Jangan sampai membuat kesalahan yang dapat menurunkan kepercayaan diri mahasiswa sehingga menurunkan motivasi mereka!
2. Paculah mahasiswa Anda agar mempelajari sesuatu yang dapat meningkatkan produktivitas mereka! Ketika para mahasiswa tahu bahwa suatu pekerjaan bermanfaat bagi mereka, maka mereka akan terus berusaha mengerjakan pekerjaan tersebut sampai mereka sukses meskipun diperhadapkan dalam berbagai tingkat kesulitan.
3. Berilah kesempatan kepada para mahasiswa mempelajari suatu hal melalui aplikasi praktis dari hal tersebut (learning by doing)! Proses pembelajaran yang sesungguhnya seringkali terjadi ketika para mahasiswa mempraktikkan suatu pekerjaan, pergi ke suatu tempat terkait dengan tugas kuliah, dan belajar dari sebuah kesalahan dan menemukan penyebab dari kesalahan tersebut. Para pembimbing harus memastikan bahwa apa yang dilakukan oleh para mahasiswa dalam learning by doing tetap fokus pada sesuatu yang memiliki nilai guna tinggi, penting, dan tidak hanya terkesan seolah-olah supaya mahasiswa terlihat sibuk.
4. Berikan umpan balik terhadap kegiatan belajar yang telah dikerjakan oleh para mahasiswa! Para mahasiswa sangat memerlukan informasi mengenai perkembangan studinya. Oleh sebab itu, umpan balik (feedback) berupa penilaian, penilaian, dan masukan dari para dosen menjadi sangat penting. Umpan balik tidak hanya didapatkan dari para dosen, tetapi para dosen dapat memberikan alternatif sumber umpan balik lainnya dengan menyuruh mereka meminta umpan balik dari sesama mahasiswa dan melalui berbagai sumber materi pembelajaran sehingga mereka dapat memanfaatkan umpan-umpan balik tersebut secara optimal.
5. Bantulah para mahasiswa agar dapat memahami esensi dari proses pembelajaran yang sedang mereka jalani! Mempelajari sesuatu yang hanya sekedar hafalan dan mengerjakan sesuatu tanpa mengetahui mengapa dan bagaimana melakukan pekerjaan tersebut adalah hal yang tidak banyak berguna. Melatih mahasiswa untuk memahami apa (bagaimana & mengapa) yang sedang mereka pelajari dan sedang terjadi merupakan langkah awal untuk membantu mereka mengembangkan rasa memiliki dan terlibat secara langsung dalam setiap progres pembelajaran. Pembelajaran bukan hanya sekedar menyerap perkembangan pengetahuan, tetapi juga mampu mengaplikasikan hal-hal yang telah dipelajari tidak hanya dalam kondisi biasa, tetapi juga dalam konteks kekinian.
6. Tetapkan ekspektasi / target yang harus dicapai oleh mahasiswa dari kegiatan belajar yang telah mereka lakukan! Jika kita hanya memusatkan kegiatan belajar pada pemberian informasi satu arah kepada para mahasiswa, itu tidak lebih dari sekedar menyimpan informasi dalam kepala mereka. Para dosen diharapkan lebih dari sekedar memberikan informasi, yaitu menciptakan struktur pembelajaran yang mendorong para mahasiswa agar mampu mempraktikkan, mengaplikasikan, mengembangkan, membandingkan, mempertentangkan, dan meningkatkan proses pembelajaran ke level yang lebih tinggi. Hal tersebut merupakan pembelajaran yang menekankan proses sebagai hal yang utama dalam kegiatan belajar mahasiswa.
7. Lakukan penilaian untuk mendorong produktivitas belajar! Para mahasiswa sungguh-sungguh menyusun strategi belajar yang mantab karena mereka akan menghadapi penilaian terhadap proses belajar yang sedang mereka ikuti. Format dan instrumen penilaian membantu para mahasiswa supaya dapat mengatur strategi belajar mereka secara efektif sekaligus mendorong mereka untuk menyusun jadwal belajar yang disesuaikan dengan jadwal ujian.
8. Doronglah para mahasiswa untuk belajar dengan sesamanya! Media pembelajaran yang digunakan oleh para mahasiswa dalam belajar dapat berupa catatan (handout), buku, dan sumber lainnya. Selain menggunakan media-media tersebut, para mahasiswa juga dapat berdiskusi bersama mengenai pelajaran kuliah, mengerjakan tugas bersama, dan beraktivitas bersama terkait dengan kegiatan perkuliahan.

III. MEMBANTU MAHASISWA BELAJAR TENTANG BAGAIMANA SEHARUSNYA BELAJAR
Manusia pada dasarnya adalah makhluk pembelajar. Dalam sebuah institusi pendidikan, hal yang sangat penting bagi setiap individu adalah mereka harus sadar tentang adanya proses alami yang menunjang pembelajaran, sehingga mereka dapat mengontrol dan mengembangkan diri secara sistematis. Tips-tips berikut membantu Anda agar tetap memasukkan pendekatan ”belajar bagaimana untuk belajar” dalam pengajaran Anda sehingga siswa dapat menerapkan pendekatan tersebut dalam kehidupan akademik mereka.
1. Sadarkan mengenai seberapa jauh mereka telah belajar bagaimana seharusnya belajar! Para dosen perlu menyampaikan pertanyaan kepada mahasiswa agar mereka melakukan refleksi diri mengenai berapa banyak mareka telah belajar di tahun kedua atau ketiga awal kehidupan mereka. Anda perlu menjelaskan bahwa berbagai hal yang telah mereka pelajari pada masa awal kehidupan pada dasarnya merupakan pembelajaran mandiri yang belum terpengaruh oleh pengajaran dan pembelajaran dari pihak lain. Anda juga harus menjelaskan bahwa mereka masih memiliki otak yang sama dan dapat melakukan suatu pekerjaan menurut kreativitas pribadi yang lebih hebat dari pengetahuan, keahlian, dan kompetensi yang sudah ada.
2. Bertanyalah tentang cara belajar mereka! Mereka telah banyak menerima berbagai informasi dan mungkin akan melupakannya begitu saja. Namun, mereka telah belajar bagaimana cara memperoleh pengetahuan atau informasi, dan mereka tetap memiliki keahlian tersebut.
3. Ingatkanlah para mahasiswa agar tidak pernah berhenti belajar bagaimana seharusnya belajar! Dosen mengajak para mahasiswa untuk saling berbagi pengalaman mengenai cara belajar dengan orang yang lebih senior. Anda perlu bertanya tentang apa yang telah mereka pelajari baru-baru ini. Tanyakan bagaimana cara mereka mempelajari hal tersebut. Tanyakan apa yang dapat mereka pelajari dari diri mereka sendiri ketika mempelajari hal tersebut. Setelah itu bertanyalah kepada mereka cara belajar yang mana yang paling penting dan paling mereka minati.
4. Berikanlah program-program yang dapat mendorong para mahasiswa untuk belajar tentang pembelajaran! Program-program pelatihan dapat membantu para mahasiswa dalam menggunakan potensi daya pikir yang mereka miliki. Fasilitator pembelajaran yang baik dapat membantu mahasiswa untuk mengontrol proses-proses yang dapat meningkatkan efisiensi belajar mereka. Banyak mahasiswa memperoleh manfaat dari pelatihan tersebut karena mereka bisa mengeksplorasi ide-ide mereka, dapat belajar memberikan pengaruh yang kuat kepada orang lain, serta mendapatkan pelajaran berharga dari pengalaman-pengalaman orang lain.
5. Sediakanlah sumber-sumber yang dapat membantu para mahasiswa belajar mengenai strategi pembelajaran individual mereka! Belum tentu setiap orang nyaman untuk ikut serta dalam program-program pelatihan pembelajaran. Beberapa mahasiswa justru khawatir dan malu bila kelemahan-kelemahan mereka dikatehui orang lain. Oleh karena itu Anda perlu memberikan sumber belajar alternatif, misalnya sumber belajar berbasis komputer atau materi belajar cetak. Sumber pembelajaran alternatif tersebut mungkin lebih cocok dan atraktif bagi mahasiswa seperti ini sehingga mereka mampu mengeksplorasi pembelajaran individual mereka.
6. Biarkan mereka bertanya pada diri sendiri: ’Apa yang telah saya pelajari tentang diri sendiri ketika mempelajari hal ini?’ Belajar bagaimana untuk belajar pada dasarnya berhubungan erat dengan pemahaman tentang potensi diri, keinginan, dan minat pribadi.
7. Rangsanglah para mahasiswa untuk bertanya: ’Proses apa yang sedang berlangsung ketika saya mempelajari hal ini?Kesempatan-kesempatan yang ada merupakan faktor yang membuat keberhasilan satu elemen pembelajaran dapat ditransfer untuk elemen pembelajaran berikutnya. Hal itu sering disebut dengan istilah ’proses metakognitif’, namun pada dasarnya merupakan pekerjaan sederhana dalam wujud membantu para mahasiswa memahami suatu proses yang bekerja ketika mereka sedang mempelajari sesuatu.

IV. MERANCANG PROGRAM BARU
Merancang sebuah kurikulum baru biasanya sangat menggairahkan namun juga cukup rumit karena membutuhkan integrasi dari berbagai elemen yang independen. Tips-tips berikut didesain untuk membantu Anda agar dapat merancang program baru secara sistematis dan berurutan. Tips-tips ini sangat bermanfaat ketika Anda sedang atau akan menjadi pimpinan perencanaan program baru. Anda dapat mengembangkan tips lanjutan karena tips berikut dapat dikatakan sebagai langkah awal yang baik.
1. Lakukanlah identifikasi mengenai peluang pasar untuk program yang Anda buat! Banyak program baru akhir-akhir ini ditawarkan kepada konsumen (mahasiswa) tanpa adanya studi pasar terlebih dahulu. Anda membutuhkan fakta mengenai seberapa besar permintaan atas program yang anda rancang. Hal itu bermanfaat sebagai alat untuk mengetahui seberapa besar kapasitas program Anda mampu bersaing dengan program serupa yang ditawarkan oleh institusi lain. Dapatkah Anda menunjukkan bahwa Anda mampu menawarkan program yang berbeda yang dapat menarik banyak mahasiswa? Institusi Anda akan meminta Anda untuk menjelaskan bagaimana program yang Anda desain dapat berhasil?
2. Lakukanlah klarifikasi mengenai dasar pemikiran program baru Anda! Anda harus yakin bahwa ide-ide Anda memiliki sesuatu yang berbeda / khas dan berkelanjutan. Dapatkah Anda menjalankan program tersebut dengan fasilitas dan sumber daya manusia yang Anda miliki? Mampukah Anda memberikan apa yang dibutuhkan oleh konsumen (mahasiswa)? Anda harus mengkaji secara khusus karakteristik keunikan kelompok mahasiswa yang menjadi sasaran program, tujuan program, hasil pembelajaran yang diharapkan, dan kualifikasi atau akreditasi yang harus dicapai.
3. Susunlah rincian alokasi dana yang diperlukan dalam program Anda. Hal ini memang terasa agak sulit jika Anda sebagai pemula. Anda perlu belajar dari rekan-rekan yang telah memiliki pengalaman dalam perencanaan serta implementasi program-program baru. Anda dapat juga mempelajari dokumen-dokumen kantor dan panduan-panduan yang tersedia.
4. Rancanglah alokasi waktu yang tepat dalam program pembelajaran yang Anda buat! Rancangan kurikulum pada umumnya cukup rumit dan memerlukan banyak waktu untuk mengerjakannya. Jadwal pelajaran yang terlalu padat justru menyebabkan proses pembelajaran tidak berjalan efektif. Jika sebuah program adalah program yang benar-benar baru dan tidak pernah dirancang sebelumnya, Anda harus meminta waktu yang cukup untuk mengerjakan program tersebut agar cukup matang dan kualitasnya terjamin serta sesuai dengan apa yang dibutuhkan konsumen. Alokasi waktu pembelajaran dalam kurikulum harus dapat disesuaikan dengan efektivitas kebutuhan pasar. Realistislah dalam mengatur jadwal perkuliahan.
5. Terlibatlah aktif dalam menyusun panduan pada saat pendaftaran mahasiswa baru! Mungkin hal ini seperti yang sering Anda jumpai, khususnya dalam pembukaan program baru, para mahasiswa tidak mendapatkan panduan dan arahan yang memadai, dan tidak sedikit yang keluar dalam keikutsertaan program karena ternyata mengalami ketidakcocokan. Data mahasiswa yang mengulang meningkat pada laporan statistik universitas. Hal yang penting dalam perencanaan sebuah program baru adalah bagaimana menciptakan sebuah sistem yang dapat memberikan gambaran kepada mahasiswa sebelum mereka mendaftar dalam program, serta adanya sistem yang memonitor, memandu, dan dapat membantu mengatasi persoalan yang muncul ketika mereka sedang berada dalam program tersebut. Panduan tersebut merupakan faktor yang penting untuk menjamin agar para mahasiswa tidak keluar atau drop out (DO) dari program tersebut.
6. Petakanlah capaian / prestasi / target pembelajaran yang hendak dicapai! Anda perlu merancang target-target tersebut dengan cermat berdasarkan tujuan program dan karakteristik mahasiswa yang menjadi sasaran program, sehingga target-target tersebut dapat dijabarkan secara spesifik, terukur, dapat dicapai, realistis, dan memiliki tenggat waktu yang jelas. Target yang disusun juga harus sejalan dengan standar bidang keahlian program.
7. Komunikasikan target pembelajaran kepada para mahasiswa! Merancang strategi komunikasi target keberhasilan pembelajaran kepada para mahasiswa merupakan hal yang penting. Misalnya, dalam mengkomunikasikan target-target akademik, institusi-institusi pendidikan di Inggris banyak mengacu pada standar kualifikasi keahlian yang berlaku di Inggris yang memuat unsur-unsur: kriteria kinerja yang diharapkan, indikator keberhasilan, dan standar-standar penilaian. Kualifikasi-kualifikasi tersebut diterjemahkan dalam sebuah bahasa yang sederhana dan mudah dipahami seperti bahasa jargon sehingga para mahasiswa dan seluruh warga kampus akan mudah mengingat target-target keberhasilan tersebut.
8. Pilihlah strategi pengajaran dan pembelajaran yang tepat! Anda perlu memutuskan kapan harus menggunakan metode pengajaran tradisional, pembelajaran berbasis sumber bacaan, pembelajaran yang fleksibel, dan pembelajaran berbasis teknologi informasi dan komunikasi dalam desain program Anda.
9. Pikirkan tentang siapa orang-orang yang layak dilibatkan dalam program Anda! Anda perlu membentuk tim kerja untuk menjalankan program Anda. Jangan merancang program yang hanya tergantung pada keahlian beberapa orang staff yang sedikit jumlahnya. Anda akan mengalami kesulitan ketika staf tersebut memutuskan keluar dari pekerjaan. Oleh sebab itu Anda harus mengidentifikasi persediaan SDM yang akan bekerja untuk program Anda. Anda dapat mengumpulkan CV para staf sehingga memiliki gambaran mengenai SDM yang dapat diajak bekerjasama.
10. Pikirkanlah tentang ketersediaan sumberdaya yang dibutuhkan agar program dapat berjalan secara efektif! Sumber daya tersebut dapat berupa staf pengajar, staf pendukung, perpustakaan, dan teknologi informasi. Anda mungkin juga membutuhkan anggaran untuk laboratorium, workshop, fasilitas studio, peralatan khusus, printer, dan fotocopy. Jangan berasumsi bahwa sumberdaya dan fasilitas-fasilitas yang ada dalam institusi dengan sendirinya tersedia untuk Anda karena program Anda telah disetujui.
11. Pikirkanlah cara-cara peningkatan kualitas tim staf agar dapat menjalankan program secara efektif! Cara pengembangan tim staf dapat berwujud pengadaan training untuk program-program baru, misalnya pelatihan tentang metode pembelajaran yang belum familiar, standarisasi prosedur-prosedur penilaian, pembaruan isi, atau dengan kegiatan team-building.
12. Tentukanlah prosedur penilaian hasil pembelajaran. Penilaian belajar merupakan cara yang umum untuk mengetahui isi dari sebuah program dalam konteks seberapa besar pengetahuan para mahasiswa dan apa yang telah mereka mampu lakukan. Keputusan memilih metode penilaian mana yang paling baik untuk mengetahui capaian pembelajaran tertentu merupakan hal yang penting. Melakukan penilaian hanya pada beberapa hasil pembelajaran dan hanya secara terpisah pada tiap-tiap bagian cukup beresiko. Oleh sebab itu, berilah prioritas utama untuk penilaian (dan penjaminan kualitas) pada daftar kerja Anda agar memperoleh hasil yang memuaskan.
13. Rencanakan proses validasi internal dan eksternal yang diperlukan secara hati-hati! Bila Anda masih belum cukup berpengalaman dalam kegiatan validasi, bertanyalah kepada seseorang yang berpengalaman. Anda bisa melibatkan orang tersebut dalam persiapan pribadi Anda, bahkan untuk hal-hal kecil sekalipun. Periksalah dengan teliti proses validasi internal dalam institusi Anda dan pastikan Anda menyelesaikan seluruh dokumen / makalah yang diminta secara tepat waktu. Jika Anda bekerja dengan seseorang yang profesional, Anda akan harus memahami seluruh proses pekerjaan tersebut.
14. Pikirkanlah nilai-nilai yang menjadi landasan dalam program Anda. Misalnya, landasan filosofis Anda tentang bagaimana para mahasiswa dalam belajar perlu dijabarkan, disetujui, dan dibagikan oleh tim kerja.
15. Rencanakanlah proses pengembangan dan proses pengkajian kualitas yang berkelanjutan dalam struktur program Anda. Pekerjaan tersebut sangat penting karena terkait dengan bagaimana memonitor keberhasilan program Anda. Aspek-aspek yang perlu diperhatikan di dalamnya antara lain kepuasan mahasiswa, respon kelompok mahasiswa terhadap program, rata-rata jumlah mahasiswa dan kelulusan, dan realibilitas penilaian.

V. MENGEMBANGKAN KETERAMPILAN UTAMA MAHASISWA
Pengembangan dan akreditasi keahlian utama (key skill) mahasiswa sekarang telah menjadi fokus utama para penyedia jasa pendidikan maupun para pengguna tenaga kerja. Institusi-institusi pendidikan menekankan penggunaan subject-based curriculum sebagai kendaraan utama dalam rangka pengembangan keterampilan mahasiswa. Di Inggris, target pencapaian minimum keahlian utama siswa sekolah dasar, sekolah menengah, perguruan tinggi, magang, dan pekerjaan telah diatur dalam kebijakan pemerintah. Pada saat buku ini ditulis, spesifikasi keahlian di Inggris difokuskan pada area-area utama berikut:
· Komunikasi (baik lisan maupun tulisan)
· Aplikasi angka
· Teknologi informasi
· Pengembangan pembelajaran dan performa
· Kemampuan bekerja sama dengan orang lain.
Pengembangan keterampilan para mahasiswa dalam memecahkan masalah (problem solving skills) juga telah meningkat di perguruan tinggi. Tips-tips berikut dapat membantu Anda mengimplementasikan pengembangan keterampilan tersebut.
1. Berikanlah penilaian terhadap keterampilan utama mahasiswa dalam setiap perkuliahan! Sistem penilaian keterampilan utama dan akreditasi kini telah tersedia bagi mahasiswa Inggris melalui aplikasi kurikulum berbasis keahlian dan pendekatan terintegrasi..
2. Berikanlah tugas-tugas sebagai sarana untuk menguji kemampuan utama mahasiswa! Pada saat membuat tugas-tugas untuk mahasiswa, setiap aktivitas dan latihan yang Anda buat harus dapat menghasilkan kriteria keahlian utama tertentu. Misalnya, Anda bisa memasukkan unsur yang mendorong mahasiswa memiliki keterampilan untuk bekerjasama dalam tim di dalam tugas-tugas tersebut. Namun demikian Anda harus berhati-hati agar jangan sampai memasukkan terlalu banyak unsur keterampilan dan membuat tugas-tugas yang terlalu berat bagi mahasiswa, atau justru menyulitkan Anda dalam melakukan penilaian.
3. Libatkanlah para ahli lokal! Bekerjalah dengan rekan sekantor Anda yang memiliki minat di bidang pengembangan keterampilan utama mahasiswa atau memiliki kompetensi terkait sehingga dapat terjalin kerjasama yang baik. Dengan melibatkan mereka sebagai partner di dalam program perkuliahan, kepercayaan diri Anda untuk mampu mengembangkan keterampilan para mahasiswa akan terbentuk, dan mahasiswa Anda akan dapat melihat secara lebih jelas relevansi pengembangan keterampilan tersebut dalam program pembelajaran.
4. Ukurlah seberapa besar tingkat keahlian utama para mahasiswa! Misalnya, dengan cara menyelenggarakan survey untuk mengetahui seberapa besar keterampilan para mahasiswa, khususnya dalam bidang komunikasi, aplikasi angka, dan teknologi informasi.
5. Berkomunikasilah dengan sesama dosen untuk memastikan agar para mahasiswa tidak terlalu sering diharuskan menguasai area keterampilan yang sama! Seringkali pada mata kuliah yang berbeda namun di dalamnya memuat kompetensi yang kurang lebih sama. Oleh sebab itu Anda harus memastikan bahwa mata kuliah-mata kuliah yang kompetensinya sama tersebut tidak diselenggrakan dalam jangka waktu bersamaan. Hal tersebut bertujuan untuk mengembangkan keterampilan yang beragam dan kemudian untuk mengetahui keterampilan mana saja yang masih perlu ditingkatkan penguasaannya oleh para mahasiswa.
6. Ajaklah para mahasiswa untuk membuat komitmen kesepakatan belajar dalam mengembangkan keterampilan utama! Hal tersebut berdampak positif bagi para mahasiswa karena memupuk rasa memiliki proses belajar sehingga mereka dapat mengembangkan kehalian utama dengan maksimal serta meningkatkan etos kerja. Selain itu, adanya kesepakatan belajar tersebut menjadi penting karena dapat memberikan kesempatan bagi para mahasiswa untuk mempraktikkan keterampilan utama dalam jam belajar mereka.
7. Terapkan sistem penilaian oleh kelompok (student peer-assessment)! Hal tersebut dapat membantu para mahasiswa untuk meningkatkan pemahaman mereka terhadap materi perkuliahan serta melatih keterampilan berkomunikasi. Tips bagaimana mekanisme penilaian oleh kelompok dibahas pada Bab 5.
8. Maksimalkan penerapan sistem penilaian mandiri! Sistem tersebut dapat membantu para mahasiswa mengembangkan keterampilan dalam mengatur pembelajaran pribadi mereka dan menunjukkan kepada mereka manfaat kultur penilaian yang dapat memacu setiap mahasiswa untuk berprestasi. Tips mengenai bagaimana penerapan sistem penilaian mandiri diberikan pada Bab 5.
9. Latihlah mahasiswa untuk berkomunikasi secara efektif! Sering kita jumpai bahwa keterampilan komunikasi tertulis dapat dilatih melalui tugas-tugas pembuatan karya tulis, essay, makalah, dan sebagainya. Sedangkan keterampilan komunikasi lisan dapat dibangun melalui berbagai aktivitas mata kuliah misalnya dalam bentuk presentasi individu maupun kelompok. Keterampilan berkomunikasi tersebut didapat dari adanya kesempatan yang baik untuk belajar. Hal tersebut dapat memberikan kesempatan kepada para mahasiswa untuk mendapatkan feedback tidak hanya dari para dosen melainkan juga dari sesama mahasiswa.
10. Maksimalkan pemanfaatan teknologi informasi! Perkembangan penggunaan sumber belajar berbasis komputer dapat melatih para mahasiswa menggunakan teknologi informasi dan untuk mengerjakan tugas-tugas dalam konteks pembelajaran mata kuliah. Hal tersebut bermanfaat ketimbang harus mengambil kursus tambahan dalam mempelajari teknologi informasi. Ketika para mahasiswa memanfaatkan teknologi informasi untuk berkomunikasi, misalnya penggunaan e-mail, mereka juga sekaligus mengasah keterampilan berkomunikasi.
11. Berikan penjelasan mengenai manfaat yang diperoleh oleh mahasiswa jika mereka dapat mengatur strategi pembelajaran mereka dengan baik! Langkah penting dalam konteks ini adalah menjamin para mahasiswa mengetahui manfaat dari apa yang telah mereka pelajari dan apa yang telah mereka kerjakan dalam perkuliahan. Kesepakatan belajar dapat menjadi sumber yang baik untuk mengembangkan keterampilan mereka dalam mendapatkan informasi tentang manfaat dari perkuliahan.
12. Doronglah mahasiswa untuk mampu bekerjasama dengan orang lain. Program pendidikan yang ada selama ini masih memiliki kecenderungan mengukur pekerjaan individual daripada pekerjaan kelompok. Penilaian pekerjaan kelompok secara fair kadang-kadang sulit tercapai, oleh sebab itu Anda harus dapat menyusun tugas kelompok yang fair. Hal tersebut cukup produktif karena dapat membuat penilaian terhadap beberapa tugas dengan melibatkan tiap-tiap mahasiswa merefleksi diri mengenai kinerja mereka dalam pekerjaan kelompok. Pada Bab 3 Anda akan diberikan tips tentang bagaimana membantu para mahasiswa bekerja dengan baik dalam tim.
VI. MENGAPA PERLU MENETAPKAN STANDAR PRESTASI PEMBELAJARAN YANG HARUS DICAPAI?

1. Pernyataan yang jelas mengenai hasil-hasil pembelajaran yang diharapkan membantu para mahasiswa untuk mengidentifikasi target-target mereka dan bekerja secara sistematis melalui prestasi yang mereka capai.
2. Pencapaian prestasi telah menjadi suatu keharusan dan menjadi pertimbangan utama oleh berbagai pihak. Pada sektor pendidikan tinggi di UK, setiap mata kuliah dinilai oleh Quality Assurance Agency, dan akan dicek ulang secara bertahap oleh Academic Reviewer yang akan melihat bagaimana proses penilaian, instrumen, dan standar-standar yang diterapkan.
3. Dalam konteks benchmarking, hasil pembelajaran merupakan salah satu indikator yang dapat menunjukkan tingkat dan keberhasilan dari beberapa program pembelajaran.

VII. BAGAIMANA PARA MAHASISWA MEMPEROLEH MANFAAT DALAM PERKULIAHAN?
Hasil pembelajaran seharusnya tidak hanya berupa dokumen hasil penilaian perkuliahan (meskipun hal ini sangat penting). Para mahasiswa juga harus aktif dalam kegiatan perkuliahan setiap hari. Mereka mendapatkan manfaat melalui:
1. Buku pegangan mahasiswa. Mereka dapat mengetahui seluk-beluk perkuliahan dan modul beserta target-target akademis yang harus dicapai, sehingga dengan mengacu pada buku pegangan tersebut mereka dapat mengatur jadwal dan target belajar masing-masing.
2. Penggunaan slide atau transparansi pada awal perkuliahan. Penggunaan media belajar tersebut dapat membantu para mahasiswa mendapatkan informasi tentang tujuan khusus perkuliahan.
3. Refleksi mahasiswa pada akhir perkuliahan. Para mahasiswa dapat memperkirakan berapa banyak jam belajar tambahan yang harus diambil untuk mencapai target perkuliahan yang diharapkan oleh dosen.
4. Pemahaman mahasiswa mengenai fokus pembelajaran mereka. Di dalamnya termasuk strategi pengerjaan proyek, tugas kelompok, kerja praktik, dan kerja lapangan.
5. Handout materi perkuliahan. Melalui handout tersebut para mahasiswa dapat memperkuat / memperdalam materi perkuliahan serta mengaitkan dengan strategi mereka dalam meraih prestasi belajar yang diharapkan.
6. Briefing tugas, latihan, dan bahan bacaan. Para mahasiswa dapat melihat tujuan dari tugas-tugas yang diberikan kepada mereka.
7. Program pembelajaran berbasis komputer. Melatih para mahasiswa belajar secara mandiri.
8. Paket pembelajaran mandiri dan fleksibel. Para mahasiswa dapat memperkirakan pencapaian prestasi mereka dalam materi pembelajran tersebut.
VIII. MENDESAIN DAN MEMANFAATKAN HASIL PEMBELAJARAN

1. Susunlah secara tepat ekspektasi Anda terhadap kemampuan mahasiswa pada akhir pembelajaran tiap mata kuliah! Meskipun Anda bekerja dengan mengacu pada silabus yang telah menjabarkan segala target dan hasil pembelajaran, seringkali Anda harus memikirkan kembali ekspektasi khusus Anda terhadap mahasiswa serta memikirkan bagaimana caranya agar target-target tersebut sesuai dengan berbagai kurikulum yang ada.
2. Jangan menggunakan kata ‘mahasiswa’dalam outcome Anda – kecuali dalam dokumentasi perkuliahan yang tidak penting. Lebih baik Anda menggunakan kata ‘anda’ ketika menyampaikan materi perkuliahan / ekspektasi kepada mahasiswa. “Di akhir perkuliahan ini, Anda harus mampu membandingkan dan mengkontraskan partikel dan model-model gelombang radiasi” lebih baik ketimbang mengatakan “hasil yang diharapkan dari perkuliahan ini adalah para mahasiswa mampu…” Demikian juga, gunakan kata ‘anda’ ketika menyampaikan outcome pembelajaran pada handbook, handout, buku petunjuk laboratorium, dan sebagainya. Dengan demikian para mahasiswa memiliki sens of belonging karena merasa bahwa hasil pembelajaran tersebut adalah milik mereka.
3. Bekerjalah secara imajinatif dengan outcome pembelajaran yang ada. Mungkin outcome pembelajaran telah diumumkan, atau mungkin telah ditulis beberapa waktu ketika perkuliahan atau program disahkan. Namun demikian, seringkali pernyataan tertulis kurang bisa memberikan penjelasan yang gamblang bagi para mahasiswa dan lebih sekedar bersifat pengajaran daripada proses pembelajaran. Anda harus mampu menerjemahkan outcome tersebut secara imajinatif sehingga lebih bermanfaat bagi mahasiswa Anda.
4. Sesuaikan pemaparan kalimat Anda dengan tingkat intelektual mahasiswa Anda. Outcome pembelajaran yang dipaparkan dalam dokumentasi perkuliahan mungkin kurang mengena dan jargonistik, bahkan tidak cocok dengan tingkat intelektual dan skill bahasa para mahasiswa. Dengan mengembangkan kemampuan menerjemahkan outcome pembelajaran secara tepat ke dalam bahasa yang lebih sederhana, outcome menjadi lebih bermanfaat bagi mereka, dan dalam waktu yang sama akan lebih mudah bagi Anda untuk mendesain strategi pembelajaran.
5. Hasil pembelajaran yang Anda ekspektasikan harus menjadi peta acuan dalam program pembelajaran Anda. Mahasiswa maupun orang lain akan melihat hasil pembelajaran untuk mengetahui apakah program telah relevan dengan kebutuhan dan harapan mereka. Level dan standar yang terkait dengan perkuliahan Anda akan dinilai dengan mengacu pada outcome pembelajaran yang telah dipaparkan.
6. Ingatlah bahwa para mahasiswa akan berhasil mencapai beberapa hasil pembelajaran yang Anda harapkan. Pada saat menyampaikan hasil-hasil pembelajaran yang diharapkan, berikan perhatian pada pengalaman yang ada, dan jelaskan bahwa hal tersebut bermanfaat jika beberapa anggota kelompok memiliki beberapa pengalaman dan keahlian sehingga mereka dapat saling berbagi ilmu.
7. Bersiaplah untuk menjawab pertanyaan ’Mengapa?’ Pertanyaan tersebut merupakan hal alami bagi para mahasiswa yang ingin mengetahui alasan di balik hasil pembelajaran yang Anda ekspektasikan. Bersiaplah memberikan ilustrasi untuk menjelaskan tujuan tiap-tiap outcome.
8. Bersiaplah untuk menjawab tanggapan dari para mahasiswa dan evaluator. Ketika mahasiswa, kolega, dan evaluator eksternal masih belum dapat melihat dengan jelas butir-butir outcome pembelajaran, mereka biasanya menginginkan penjelasan lebih lanjut sebelum mereka memutuskan untuk mengikuti program tersebut secara serius.
9. Cobalah untuk menjawab pertanyaan mahasiswa: ’Apa manfaatnya bagi saya?’ Ketika mahasiswa dapat melihat keuntungan jangka pendek dan jangka panjang dari keterampilan khusus atau kompetensi tertentu, mereka pasti akan berusaha untuk meraihnya.
10. Jangan menjanjikan apa yang diluar kemampuan Anda! Merupakan hal yang sangat membanggakan ketika dapat mendesain outcome pembelajaran yang dapat menjadi jawaban bagi semua orang. Namun, pengajaran Anda akan diuji dan dinilai dari kenyataan apakah para mahasiswa dapat mencapai hasil-hasil pembelajaran yang diharapkan. Oleh sebab itu sangat penting untuk mengaitkan antara outcome pembelajaran dengan kegiatan-kegiatan akademis seperti evaluasi harian maupun ujian akhir.
11. Hindari penggunaan kata ’mengerti’ atau ’tahu’. Memang mudah untuk mengatakan: ’setelah Anda menyelesaikan modul ini dengan baik, Anda akan mengerti Hukum Termodinamika ketiga’, namun Anda lebih baik fokus pada pertanyaan-pertanyaan berikut: bagaimana tahu bahwa mereka telah mengerti hal tersebut?, dan ’apa yang mampu mereka lakukan untuk menunjukkan bahwa mereka telah mengerti hal tersebut?’. Jawablah pertanyaan-pertanyaan tersebut sehingga Anda mampu menemukan cara terbaik untuk mengekspresikan outcome pembelajaran yang relevan.
12. Jangan menyusun hasil-hasil pembelajaran yang diharapkan berdasarkan kondisi awal perkuliahan. Anda akan mengalami kesulitan untuk menulis hasil-hasil pembelajaran berdasarkan apa yang telah dicapai pada awal perkuliahan. Lebih baik Anda meninggalkan hal tersebut sampai benar-benar capaian pembelajaran telah maksimal dan layak untuk dijadikan standard prestasi. Justru yang tepat seharusnya hasil-hasil pembelajaran yang diharapkan menjadi acuan bagi proses pembelajaran dan perkuliahan.
13. Pikirkanlah mengenai penilaian hasil pembelajaran. Outcome pembelajaran yang baik seharusnya secara otomatis menjadi kerangka kerja acuan bagi pembuatan desain penilaian. Penting untuk bertanya kepada diri Anda sendiri ’Bagaimana saya dapat mengukur hasil-hasil pembelajaran tersebut?’. Bila Anda tidak mengalami kesulitan untuk melakukan pengukuran tersebut, teruskan dengan mendesain instrumen penilaian. Jika Anda mengalami kesulitan dalam pengukuran, itu merupakan tanda bahwa Anda perlu memikirkan lebih lanjut tentang outcome yang telah Anda rancang. Berusahalah untuk mengaitkan outcome agar dapat diukur dalam instrumen penilaian.
14. Usahakan untuk menggunakan kalimat-kalimat singkat. Mahasiswa Anda harus dengan mudah dapat menangkap inti dari tiap outcome perkuliahan yang diharapkan tanpa harus membaca berulang-ulang outcome tersebut, bahkan tidak harus berpikir keras untuk memahami maksudnya.
15. Buatlah ilustrasi atau contoh-contoh untuk mendeskripsikan capaian yang diharapkan. Bila perlu, beberapa contoh yang detil disajikan dalam ukuran (font) huruf yang lebih kecil atau dalam tanda kurung. Contoh-contoh tersebut sangat berguna bagi para mahasiswa dalam memberikan ide-ide cemerlang mengenai prestasi-prestasi yang harus mereka raih dan bagaimana praktik menjalankan ide tersebut.
16. Ujilah efektivitas penyampaian ekspektasi Anda. Bertanyalah kepada mahasiswa ’Apakah arti pernyataan yang baru saja Saya sampaikan?’. Pertanyaan tersebut untuk mengetahui apakah Anda telah menyampaikan ekspektasi dengan jelas. Mintalah juga rekan-rekan dosen lainnya untuk menilai pemaparan Anda, apakah penyampaian Anda masih kurang jelas atau melewatkan beberapa hal yang penting, dan apakah mereka menyarankan untuk merubah beberapa kalimat pernyataan Anda.
17. Berikanlah diagram alur yang memberikan gambaran menyeluruh mengenai proses perkuliahan. Masukkan deskripsi yang jelas mengenai outcome pembelajaran dan kriteria penilaian ke dalam buku saku mahasiswa, atau buatlah outcome tersebut ke dalam bentuk yang lebih ringkas seperti dalam bentuk leaflet kecil yang diberikan kepada setiap mahasiswa pada awal-awal perkuliahan. Pastikan bahwa para mahasiswa tidak merasa berlebihan dengan besarnya gambar / diagram yang ada dalam leaflet. Para mahasiswa perlu dipandu secara hati-hati melalui gambar diagram tersebut supaya mereka percaya diri bahwa mereka berhasil dalam setiap step pembelajaran.
18. Jangan terlalu bergantung pada performa, standar, dan kondisi untuk memaparkan outcome pembelajaran. Misalnya, jangan sampai Anda mengharuskan ’telah yakin dengan penampilan’, ’tanpa fasilitas komputer’, ’pada kondisi yang tepat’, atau ’bila tersedia daftar integral standar’ untuk memaparkan capaian prestasi yang diharapkan. Klarifikasi terhadap outcome tersebut pada dasarnya sangat penting untuk disampaikan di manapun dan dalam kondisi apapun. Jangan sampai pemaparan tujuan utama outcome pembelajaran terhambat oleh masalah-masalah administratif.
19. Jangan menganggap remeh! Meremehkan outcome pembelajaran dapat menyebabkan kecenderungan reduksionis. Salah satu tujuan utama menggunakan outcome pembelajaran adalah untuk menjauhkan dari reduksionisme.
20. Jangan mengajar suatu mata kuliah jika Anda tidak mengetahui capaian yang diharapkan untuk mata kuliah tersebut. Setiap agenda perkuliahan seharusnya sesuai dengan jalur utama hasil pembelajaran yang diharapkan. Elemen-elemen proses perkuliahan yang berlangsung harus dicek apakah telah sesuai dengan elemen-elemen yang ada dalam outcome pembelajaran yang diharapkan.
21. Usahakan tidak membingungkan mahasiswa dalam hal outcome pembelajaran dan kriteria penilaian. Hal yang sangat penting untuk diperhatikan adalah jangan sampai mengaburkan outcome pembelajaran dengan banyaknya kriteria penilaian / standar-standar. Biarkan para mahasiswa mengenali terlebih dahulu seluk beluk mata kuliah yang mereka ikuti. Mereka dengan sendirinya akan dapat mengerti kriteria-kriteria yang diharapkan dari mata kuliah tersebut. Dengan kata lain, para mahasiswa akan memahami kriteria penilaian dengan baik ketika mereka telah terlibat di dalam proses suatu mata kuliah atau telah belajar mengenai topik tertentu dalam mata kuliah tersebut. Namun demikian, usahakanlah untuk tetap menjamin kesinambungan antara outcome dengan proses perkuliahan.
22. Jangan menuliskan outcome pembelajaran yang sukar untuk dinilai. Hal penting dalam penyusunan capaian pembelajaran yang diharapkan yaitu capaian pembelajaran tersebut dapat diukur dan tersedia instrumen yang tepat untuk mengukurnya.
23. Jangan mendesain tugas atau pertanyaan yang tidak ada hubungannya dengan outcome pembelajaran yang telah dipaparkan. Jika penilaian terhadap pembelajaran merupakan hal yang dianggap penting, maka sudah seharusnyalah bertindak fair dengan berusaha memberikan penjelasan agar para mahasiswa mengetahui apa saja yang harus dicapai dalam agenda perkuliahan mereka.
24. Jangan menyimpulkan hasil pembelajaran terlalu dini sebelum menilai kembali sesuai dengan standar capaian yang telah dirumuskan. Hal yang penting adalah menilai elemen-elemen perkuliahan, apakah telah sesuai dengan standar capaian yang telah ditetapkan sebelumnya. Elemen-elemen pembelajaran tersebut misalnya perkuliahan, paket kuliah mandiri, kerja praktik, dan sebagainya. Anda dapat menandai pada daftar mahasiswa Anda mengenai outcome pembelajaran apa saja yang telah mereka capai.

IX. MEMANFAATKAN TEKNOLOGI INFORMASI DAN KOMUNIKASI
Teknologi informasi dan komunikasi (TIK) kini telah menjadi sarana pendukung dalam setiap aspek kegaiatan belajar-mengajar dan evaluasi hasil pembelajaran. TIK merupakan kombinasi dari penggunaan beberapa teknologi. Berikut ini adalah tips penggunaan TIK dalam proses pembelajaran.
1. Jangan memaksakan penggunaan teknologi elektronik untuk penyediaan materi yang seharusnya dilakukan secara tradisional. Meletakkan catatan-catatan perkuliahan dalam intranet atau internet adalah hal yang kurang bermanfaat. Media tersebut tidak digunakan untuk menampilkan teks dalam ukuran yang besar. Handout dan catatan perkuliahan jarang ditampilkan dalam monitor screen karena hanya sebagian kecil saja yang dapat terlihat. Jika satu-satunya cara agar mahasiswa menguasai materi adalah memberikan print out kepada mereka, maka Anda tidak perlu memberikannya secara elektronik.
2. Waspadalah ketika memberikan berbagai informasi kepada mahasiswa Anda. Materi-materi yang tersedia bagi para mahasiswa melalui teknologi komputer terus bertambah. Kuantitas informasi yang dapat diekspos para mahasiswa melalui komputer / internet mengkin bertambah lebih cepat dari yang telah diberikan oleh para dosen melalui perkuliahan.
3. Jelaskan secara gamblang hasil-hasil pembelajaran yang diharapkan. Ketika para mahasiswa bekerja dengan komputer untuk mendapatkan bahan-bahan secara online, mereka harus mengetahui apa yang mereka cari, mana yang penting dan mana yang tidak perlu. Mereka harus mampu memutuskan apa yang perlu discan, apa yang perlu disimpan, dan apa yang perlu diabaikan. Outcome pembelajaran yang telah disampaikan secara hati-hati dapat menjadi peringatan bagi para mahasiswa ketika menggunakan teknologi informasi untuk pencarian bahan-bahan pembelajaran secara elektronik.
4. Bantulah para mahasiswa untuk mengembangkan ’search and select skill’’. Penting bagi para mahasiswa untuk mengetahui bagaimana cara mendapatkan bahan-bahan online yang relevan dengan perkuliahan secara efektif. Mencari informasi penting dan relevan dalam waktu yang singkat atau terbatas merupakan skill yang perlu dikembangkan. Anda harus memiliki persiapan yang matang untuk memberikan arahan dan panduan untuk mengembangkan skill tersebut.
5. Bantulah para mahasiswa untuk mengembangkan sebuah perspektif kritis. Sumber-sumber belajar elektronik pada dasarnya tidak berbeda dengan bahan belajar cetak dalam hal bias penulis, ketidakakuratan data, atau tidak relevan dengan kondisi terkini yang memberikan dampak terhadap realibilitas materi pembelajaran. Otentisitas dan kualitas buku teks dan artikel dalam jurnal biasanya dijamin melalui editorial dan proses review sebelum publikasi. Oleh karena adanya karakter ’cepat saji’dan demokrasi dalam dunia internet, hal tersebut sangat memungkinkan hilangnya jaminan orisinalitas dan kualitas.
6. Ciptakanlah berbagai variasi aktivitas. Mahasiswa akan merasa cepat bosan jika hanya melakuakan pointing dan clicking. Berikanlah latihan-latihan kecil, tes, kuis, dan kesempatan untuk merefleksi tentang apa yang telah mereka pelajari. Carilah berbagai macam cara agar tiap media belajar elektronik yang ada dapat memberikan pengalaman pembelajaran interaktif kepada para mahasiswa.
7. Persiapkanlah kriteria penilaian keterampilan TIK. Mulailah bekerja dengan fokus pada apa saja yang dapat dinilai dalam keterampilan TIK. Penilaian keterampilan TIK bisanya cukup sederhana dengan melihat sejauhmana para mahasiswa telah mampu memanfaatkan sumber belajar elektronik / mengoperasikan komputer, kecuali jika Anda memiliki instrumen khusus untuk mengukur kualitas kemampuan TIK. Carilah indikator-indikator yang dapat menunjukkan atau mengukur kualitas dan efektivitas para mahasiswa dalam memanfaatkan TIK sebagai sarana pembelajaran.
8. Manfaatkan TIK untuk bekerja secara lebih maksimal. Gunakan TIK untuk menghindari kesalahan-kesalahan akibat replikasi, menyimpan berbagai surat elektronik, mengirim bahan-bahan bacaan secara elektronik (jika bahan tersebut dicetak mungkin biayanya lebih mahal), berkomunikasi dengan beberapa orang sekaligus (telekonferensi), dan jika ada pertimbangan krusial dalam hal kecepatan kerja / efisiensi waktu.
9. Tuliskanlah secara singkat dan jelas materi pengajaran Anda jika hendak menyajikannya dalam website. Penyajian materi pembelajaran secara online sebaiknya mengandung karakteristik visualisasi gagasan utama, penggunaan kalimat yang ringkas, pemberian daftar point-point penting, dan penggunaan bahasa yang mudah dipahami. Format penulisan yang digunakan umumnya letterbox ketimbang A4 page.
10. Munculkanlah kreativitas Anda agar website pengajaran pribadi menarik secara visual. Anda perlu mengeksplorasi kapasitas Anda dalam menggunakan grafik, video-clips, warna, dan images agar para mahasiswa merasa nyaman dalam mempelajari materi yang ada di website tersebut. Desainlah materi Anda pada spesifikasi komputer yang sedikit berada di bawah spesifikasi standar (dengan asumsi spesifikasi tersebut terjangkau oleh semua mahasiswa) sehingga dapat diakses oleh semua mahasiswa.
11. Sadarlah akan adanya permasalahan hak cipta. Ini adalah permasalahan yang sangat mendasar. Anda harus tetap mencantumkan sumber asli ketika mengutip suatu karya, termasuk pada saat cutting and pasting materi-materi orang lain ke dalam website Anda.
12. Sadarlah bahwa memang dibutuhkan banyak waktu untuk mengembangkan materi pembelajaran berbasis komputer yang efektif. Jarang kita temukan rata-rata terdapat 100 orang mahasiswa belajar online tiap jam. Namun demikian, tidak menutup kemungkinan Anda dapat menerapkan jumlah tersebut dalam rencana pengembangan program TIK Anda.
13. Manfaatkanlah sumber-sumber yang telah tersedia secara online. Kekayaan bahan-bahan dan berbagai materi yang bermanfaat pada dasarnya telah tersedia secara online. Anda harus dapat memanfaatkan peluang untuk mengadaptasi atau mengadopsi (dengan izin) materi-materi yang relevan. Monitor web mendaftar dan memandu Anda untuk menemukan sumber-sumber materi yang potensial. Berbagai informasi yang tersedia di dunia internet sifatnya ekstensif, terus berkembang, dan dinamis / berubah-ubah secara kontinyu.
14. Ingatlah bahwa materi pembelajaran berbasis komputer harus selalu mutakhir / update. Untuk memutakhirkan materi pembelajaran online, Anda perlu membangun sistem mekanisme pemasangan kurikulum dalam website, me-review materi pembelajaran online secara berkala, dan merevisi isi sesuai dengan situasi dan konteks terkini. Proses-proses pemutakhiran data online tersebut seringkali lebih murah dan lebih cepat ketimbang merevisi bahan-bahan secara tercetak.
15. Doronglah mahasiswa Anda untuk memberikan masukan-masukan guna peningkatan kualitas materi online. Banyak dari mahasiswa Anda yang masih muda namun memiliki pengalaman dan sklill TIK yang tinggi. Mereka seringkali cepat belajar dan cepat familiar dengan TIK. Libatkanlah mereka untuk mengevaluasi program pembelajaran online Anda, cermati dan perhatikan segala kritik maupun pujian sebagai masukan penting.
16. Ajarlah para mahasiswa untuk membuat surat elektronik secara efektif. Masalah utama yang sering muncul adalah penumpukan informasi dan manajemen waktu. Berikanlah panduan yang komprehensif kepada para mahasiswa tentang bagaimana menulis pesan elektronik / e-mail secara efektif. Bantulah mereka untuk dapat membuat e-mail dengan singkat dan jelas. Berikanlah contoh-contoh format penulisan e-mail yang baik. Namun demikian, usahakan jangan membakukan format tersebut yang justru dapat menghambat kreativitas mahasiswa Anda.
17. Maksimalkan pemanfaatan komunikasi elektronik untuk menghemat waktu dan energi Anda. Misalnya, cobalah menggunakan computer-conferences untuk memberikan general feedback atau penilaian terhadap hasil kerja (laporan atau makalah) para mahasiswa dalam kelas besar. Untuk memberikan penilaian tambahan / tanggapan khusus yang sifatnya individual, Anda dapat mengirim e-mail pribadi kepada tiap-tiap mahasiswa sehingga mereka dapat mengetahui kelebihan dan kekurangan pekerjaan mereka masing-masing.
18. Pertimbangkan penggunaan metode konferensi komputer dalam perkuliahan. Pembelajaran online dapat menjadi sangat efektif untuk kelas besar dan dapat mengatasi terbatasnya kesempatan sesi tatap muka. Fakta menunjukkan bahwa mahasiswa yang cenderung pendiam merasa nyaman mengajukan pertanyaan lewat e-mail dan merasa lebih mudah untuk ikut berpartisipasi dalam aktivitas kelompok ’virtual’.
19. Pastikan bahwa para mahasiswa memiliki akses yang memadai untuk electronic resources. Bila progres atau penilaian tergantung pada akses-akses tersebut, maka pastikan bahwa sumberdaya tersebut telah tersedia. Perlu dicatat bahwa seringkali muncul protes dari mahasiswa terhadap keputusan / hasil penilaian karena alasan keterbatasan sarana TIK.
20. Jangan menghilangkan aspek tatap muka dalam proses pembelajaran. Interaksi sosial merupakan salah satu elemen penting bagi para mahasiswa dalam proses pembelajaran. Pembelajaran berbasis online perlu dilaksanakan, namun jangan sampai menggantikan proses tatap muka dalam semua konteks pembelajaran.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar